Deretan Hoaks Terbaru Seputar Ibadah Haji, Simak Faktanya

By | July 15, 2022

Jakarta – Sejumlah kabar palsu atau hoaks seputar ibadah haji kembali bermunculan di media sosial. Satu di antaranya kabar tentang puluhan jemaah haji meninggal dunia akibat terowongan Mina lampu.

Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 13 Juli 2022. Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi suasana sebuah lokasi yang dipenuhi jenazah.

Baca Juga

Video berdurasi 30 detik itu dikaitkan dengan kabar puluhan jemaah haji meninggal dunia akibat terowongan Mina mati lampu.

“Innalillahi wainnailaihi roji’un

Puluhan jama, ah meninggal di terowongan mina karna mati lampu,” tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 137 kali dibagikan dan mendapat 33 komentar warganet.

Namun setelah ditelusuri, kabar tentang puluhan jemaah haji meninggal dunia akibat terowongan Mina mati lampu ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu.

Selain kabar puluhan jemaah haji meninggal dunia akibat terowongan Mina mati, terdapat informasi hoaks lainnya seputar ibadah haji. Berikut rangkumannya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kabar tentang Provinsi Aceh mempersiapkan haji sendiri lepas dari Kementerian Agama (Kemenag) beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 7 Juni 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi pernyataan seorang pria yang menyebut bahwa Aceh sedang mempersiapkan haji, lepas dari Kemenag.

“Sekarang di Aceh, mereka mempersiapkan untuk haji terlepas dari Kemenag. Kalau sempat ini terjadi, di mana wibawa kita,” demikian pernyataan pria tersebut.

Pada klip selanjutnya, terdapat ceramah dari Ustaz Abdul Somad. Video itu kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa Aceh mempersiapkan haji terlepas dari Kemenag.

Baca Juga  Kunci Komunikasi Menuju Indonesia Digital

“Aceh siapkan Haji lepas dari Menag,” tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 4,8 juta kali ditonton dan mendapat 13 ribu komentar dari warganet.

Setelah ditelusuri, kabar tentang Provinsi Aceh mempersiapkan haji sendiri lepas dari Kemenag ternyata tidak benar. Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo memastikan informasi bahwa Aceh sedang mempersiapkan haji secara tersendiri, lepas dari penyelenggaraan yang dilakukan Kementerian Agama, adalah tidak benar dan merupakan disinformasi.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut tidak bisa mengembalikan dananya.

Klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut tidak bisa mengembalikan dananya diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Juli 2022.

Unggahan tersebut berupa tulisan sebagai berikut.

“KACAU DAN PARAH…! TAMBAHAN 10 RIBU QUOTA HAJI 2022 TIDAK DI AMBIL KARENA NEGARA BANGKRUT TIDAK BISA KEMBALIKAN DANA HAJI YANG DI EMBAT.Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu jemaah yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada RI tidak jadi diambil.Karena ga ada duitnya 😀 efek haji diurusin sama si luhut k4fir, kenapa bisa gitu, karena biaya haji sekarang harus dikeluarkan dari APBN bukan dari tabungan haji, karena dananya udah nggak ada, dipake buat infrastruktur dan kepentingan lain diluar haji, jadi biar APBN tidak terlalu berat, kuotanya dikecilkan.”

Kemudian disertai dengan tangkapan layar artikel berjudul “Komisi VII DPR Sebut Tambahan 10 Ribu Kuota Haji untuk RI Tak Jadi Diambil” yang dimuat situs detiknews.

Baca Juga  Kunci Komunikasi Menuju Indonesia Digital

Setelah ditelusuri, klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut ternyata tidak benar.

Penolakan tambahan kuota haji dilakukan pemerintah karena waktu yang tersedia sudah tidak memungkinkan.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.