Dirut AKR Corporindo Lanjutkan Koleksi Saham AKRA

By | July 15, 2022

Jakarta – Manajemen PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) kembali menambah kepemilikan atas saham perseroan. Direktur Utama PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo kembali membeli saham perseroan pada 12 Juli 2022.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (15/7/2022), Haryanto membeli 200.000 lembar saham AKRA dengan harga pembelian rata-rata Rp 1.065 per saham. Sehingga total transaksi yakni sebesar Rp 213 juta.

Baca Juga

Usai transaksi, kepemilikan Haryanto bertambah menjadi 151.008.600 lembar dari sebelumnya 150.808.600 lembar. Adapun transaksi ini dimaksudkan sebagai investasi dengan kepemilikan langsung.

Belum lama ini, Haryanto juga melakukan pembelian saham AKRA senilai Rp 1,2 miliar. Transaksi dilakukan pada 4 Juli 2022 dengan harga pembelian rata-rata Rp 912,85 per saham. Usai transaksi, saat itu Haryanto genggam 150.808.600 lembar saham AKRA, dari sebelumnya 149.497.500 lembar.

Pada perdagangan Rabu, 14 Juli 2022, AKRA ditutup naik turun 10 poin atau 0,95 persen ke posisi 1.040. Saham AKRA diperdagangkan pada rentang 1.010—1.050.

Sepanjang kuartal I 2022, perseroan mencatatkan total pendapatan Rp 10,13 triliun. Naik sekitar dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,11 triliun.

Dari raihan itu, perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 427,98 miliar. Naik dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 305,31 miliar.

Pada perdagangan Jumat, 15 Juli 2022 pukul 10.20 WIB, saham AKRA melemah 0,96 persen ke posisi Rp 1.030 per saham. Saham AKRA berada di level tertinggi Rp 1.050 dan terendah Rp 1.030 per saham. Total frekuensi perdagangan 905 kali dengan volume perdagangan 159.713. Nilai transaksi Rp 16,8 miliar.

Baca Juga  Bitcoin Bersiap Untuk Reli Setelah Terjebak Pada $20,000 USD

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pertumbuhanlabahingga 35 persen pada 2022. Besaran tersebut setara Rp 1,5 triliun.

Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo cukup optimistis dengan prospek perseroan pada 2022. Hal itu didukung raihan hingga kuartal I 2022,AKR Corporindomampu membukukan laba bersih yang naik 40 persen yoy menjadi Rp 428 miliar.

“Tahun ini prospek pertumbuhan kami bisa terefleksi di kuartal I , dan ke depan kami masih yakin untuk bisa tumbuhdouble digitkarena posisi kompetitif yang kami miliki,” kata Haryanto dalam webinar Indonesia Investment Education, Sabtu, 14 Mei 2022.

Dalam perhitungannya, jika sampai akhir tahun ini target tersebut tercapai, perusahaan telah mencatatkan pertumbuhanlaba100 persen dalam 3 tahun terakhir. Pada 2018 tercatat laba bersih perseroan sebesar Rp 717 miliar.

Pada saat bersamaan, Direktur & Sekretaris Perusahaan AKR Corporindo, Suresh Vembu menerangkan target tahun ini telah mengalami penyesuaian, dari semula yang hanya ditargetkan tumbuh sekitar 17 persen atau Rp 1,3 triliun.

“Tahun ini kita mau naikkan lagi hingga Rp 1,5 triliun ataunaik lebih dari 30 persen tahun ini,” kata dia.

Suresh memaparkan, keyakinan itu merujuk pada permintaan yang kuat dari sektor pertambangan, bersamaan denganpemulihan ekonomiyang lebih luas. Serta prospek yang kuat untuk kuartal II 2022.

Selain itu, perseroan juga mencermati harga yang sangat menguntungkan dari minyak, bahan kimia dan komoditas. Tak ketinggalan, Suresh juga mencatat penjualan tanah yang signifikan pada pertengahan 2022.

Sebelumnya, laba bersih perusaahaan distribusi BBM dan kimia dasar serta penyedia solusi logistik dan rantai pasokan, PTAKR CorporindoTbk (AKRA) naik 20 persen menjadi Rp 1,11 triliun pada 2021, dibanding sebelumnya Rp 925 miliar pada 2020.

Baca Juga  Tinjauan Nilai Ekonomi Digital Indonesia Pada 2030, Sektor E-commerce Bisa Mencapai Rp 1.908 Triliun

Hal tersebut disampaikan Direktur UtamaAKR CorporindoHaryanto Adikoesoemo melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, Selasa, 22 Maret 2022.

Laporan keuangan tersebut telah diaudit oleh Purwantoro, Sungkoro & Surja Ernst & Young dengan opini wajar ke Bursa Efek Indonesia. Pertumbuhanlababersih tersebut sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan laba bersih AKRA pada 2020 yang mencapai 30 persen.

Pertumbuhan laba bersih AKR Corporindo tersebut dihasilkan dari pertumbuhan pendapatan AKR Corporindo selama 2021 sebesar 45 persen menjadi Rp 25,71 triliun, dibanding sebelumnya Rp 17,72 triliun pada 2020.

Peningkatan pendapatan tersebut dihasilkan dari pertumbuhan volume perdagangan dan distribusi, dan juga sejalan dengan kenaikan harga jual BBM dan bahan kimia dasar yang didistribusikan.

“Tahun 2021 juga ditandai dengan kenaikan harga minyak dan bahan kimia, kondisi geopolitik yang sedang berlangsung juga telah mengakibatkan volatilitas yang sangat tinggi pada harga Energi dan kimia. AKRA terus memberikan kinerja yang positif di tengah masa-masa yang sulit, ini membuktikan ketahanan dari model bisnis AKRA,” kata dia.

Kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi terbesar di Indonesia – JIIPE, juga turut berkontribusi pada pertumbuhan laba selama 2021.

Pendapatan JIIPE tumbuh sebesar 68 persen menjadi sebesar Rp 535 miliar didorong oleh peningkatan penjualan lahan dan perjanjian sewa dari proyek smelter Freeport; JIIPE yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus kini dapat menawarkan berbagai insentif fiskal maupun non-fiskal yang menarik bagi para investor.

Dengan integrasi Pelabuhan laut dalam dan tersedianya akses transportasi multi moda, JIIPE menjadi pilihan investasi dari investor domestik dan asing.

Meski beban pokok pendapatan dan beban usaha meningkat, AKRA mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,44 triliun di 2021 dibanding sebelumnya sebesar Rp 1,25 triliun. Pada 2021, laba per saham AKRA meningkat sebesar 20,57 persen menjadi sebesar Rp 56,32 per saham, dibanding sebelumnya sebesar Rp 46,71 per saham.

Baca Juga  Perusaan Kripto Celsius Ungkap Defisit Saat Ajukan Kebangkrutan

Bahkan neraca perseroan tercatat semakin menguat dengan total aset Rp 23,51 triliun dan saldo kas sebesar Rp 2,6 triliun per 31 Desember 2021. Total liabilitas AKRA tercatat sebesar Rp 12,21 triliun dan ekuitas Rp 11,29 triliun.

Selanjutnya, AKR Corporindo juga melaporkan pengurangan signifikan dalam pinjamannya selama tahun 2021 sehingga Net gearingnya berkurang menjadi 0,02X.

Perseroan juga menghasilkan arus kas operasi bersih yang kuat mencapai Rp 2,94 triliun. Kas ini juga digunakan untuk mengurangi pinjaman dan mendanai investasi modal yang sedang berjalan serta menjaga pembayaran dividen yang tinggi kepada para pemegangsaham.