Membocorkan Data Pribadi Memata-matai Pengguna VPN Gratis

By | November 27, 2022

Menurut survei We are Social, Indonesia memiliki 204,7 juta pengguna internet atau 73,7% dari jumlah penduduk. Sedangkan pengguna media sosial aktif sebanyak 191,4 juta orang.

Dalam webinar di Pontianak bertajuk “How Information Technology Will Change Our Future”, Idul Futra, Head of Digital Marketing Chronox, mengatakan bahwa ketergantungan masyarakat yang semakin besar terhadap penggunaan internet didorong oleh minat pada faktor keamanan, dinilai konsisten dengan kepentingannya.

Dia menyarankan menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN), layanan koneksi Internet yang dikembangkan untuk menyediakan akses atau jalur komunikasi yang aman dan pribadi.

Ini digunakan untuk membuka situs web yang diblokir, melindungi informasi pribadi di jaringan publik, mengenkripsi data, dan melindungi informasi pribadi dan perangkat digital pribadi.

“Menggunakan VPN akan membuat data Anda lebih aman dan rahasia. Namun, ada kerugian seperti koneksi yang lambat dan tidak stabil, konfigurasi manual atau penggunaan yang terbatas” kata Idul Fitri.

Dikutip nusnet.id Ada keuntungan dari layanan VPN gratis, tetapi menurut Idul Fitri, kami tidak menyarankan untuk menggunakannya. Pasalnya, masih ada potensi masalah kebocoran informasi pribadi.

“Anda dapat dengan mudah menemukan dan melacak riwayat koneksi Anda, dan Anda dapat melihat alamat internet Anda serta kata sandi untuk aplikasi yang Anda gunakan. Saya tidak merekomendasikan penggunaan VPN gratis untuk transaksi keuangan,” jelasnya.

Teknologi membuat tugas sehari-hari kita jauh lebih mudah, tetapi dia mendesak kita untuk menggunakannya dengan bijak dan menggunakan semua kenyamanan yang disediakannya secara tepat dan pantas.

Terkait maraknya penggunaan teknologi internet, Izki Fikriyani Amir, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Makassar, Indonesia, mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan literasi digital untuk membantu anaknya mengakses internet.

Baca Juga  Tips Mendapatkan Nilai IPK Tinggi Bagi Mahasiswa Perkuliahan

Karena anak-anak sekarang memiliki akses ke Internet. Padahal, tidak semua konten internet itu sehat. Padahal, banyak sekali konten negatif di internet yang bisa diakses oleh anak-anak.

“Ada banyak bahaya yang mengancam era digital saat ini. Oleh karena itu, orang tua perlu dibekali dengan teknologi digital untuk mendampingi dan mengawasi anaknya saat bekerja di arena internet”.

Sementara itu, John Patrick Jonathans, pendiri Kitchen Groove Catering Online dan praktisi media, menambahkan bahwa pihaknya banyak menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kecerdasan buatan adalah teknologi pengembangan sistem komputer yang memungkinkan sistem komputer untuk melakukan tugas-tugas yang biasa dilakukan oleh manusia, seperti pengenalan suara, persepsi visual, pengambilan keputusan, dan terjemahan bahasa.

“Menggunakan teknologi AI sebagai asisten manusia. Pada dasarnya AI diciptakan untuk menjadi pendamping, bukan pengganti manusia. Namun AI dapat diprogram sehingga kecerdasannya melampaui kecerdasan manusia.”