Tinjauan Nilai Ekonomi Digital Indonesia Pada 2030, Sektor E-commerce Bisa Mencapai Rp 1.908 Triliun

By | July 22, 2022

Jakarta – Pemerintah saat ini terus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi digital Jakarta.

Neumann Adyarna, direktur ekonomi digital di Comininfo, mengatakan kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) saat ini masih kecil.

Kontribusi yang tercatat pada tahun 2020 masih berkisar 4%.

Namun, pemerintah optimistis ekonomi digital dapat berkontribusi 18,8% pada 2030.

Kontribusi ekonomi digital Indonesia terus tumbuh. Pada tahun 2020, itu akan menjadi 4% dari PDB. Neumann mengatakan pada Focus Group Meeting (FGD) di Kompas Letbang (18 Juni 2022) akan menjadi 18,8% pada 2030 selama 10 tahun ke depan.

“E-commerce masih mendominasi dengan 73,72% transaksi digital,” katanya.

Menurut proyeksi pemerintah untuk tahun 2030, ekonomi digital, khususnya sektor e-commerce, diperkirakan bernilai Rs 1.908 triliun.

Setelah itu, ekonomi digital sektor jasa B2B, termasuk rantai pasokan logistik, diperkirakan mencapai Rp 763 triliun.

Travel (Perjalanan Online, Reservasi Online) Rp 575, Konten Digital (Media Online dan Media Sosial) Rp 515,3, Layanan Medis (Konsultasi Online) Rp 471,6, Layanan Mobilitas (Berkuda) Pasal 401 Rp.

Misalnya, ekonomi digital saat ini, khususnya sektor e-commerce, senilai Rp526 triliun.

Untuk itu, pemerintah mendorong digitalisasi UKM melalui berbagai kementerian dan lembaga.

Tindakan yang dilakukan pemerintah antara lain percepatan perluasan akses, peningkatan infrastruktur digital, dan penyediaan layanan Internet di desa-desa dan titik-titik layanan publik.

Kemudian mempercepat konsolidasi pusat data nasional. Penyusunan peraturan dan rencana pembiayaan dan pembiayaan.

Yang terbaru adalah mempersiapkan kebutuhan SDM dan talenta digital.

“Saat ini (per akhir Maret 2022) terdapat 17,59 juta UKM digital yang artinya berjualan atau berdagang melalui platform digital.”

“Targetnya diharapkan menjadi 20 juta usaha kecil pada akhir tahun 2022. Pada tahun 2024, kami berharap setidaknya ada 30 juta usaha kecil yang menjual secara digital.”

Baca Juga  Dirut AKR Corporindo Lanjutkan Koleksi Saham AKRA